Pasca OTT KPK, Ini Rincian Harta Kekayaan Edison Bupati Muara Enim

MUARA ENIM Narasisumsel.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang turut menjerat Bupati Muara Enim Edison. Penangkapan tersebut menjadi perhatian publik mengingat Edison baru menjabat sebagai bupati Muara Enim periode 2025-2030 setelah memenangkan Pilkada 2024.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya OTT tersebut. “Benar,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Senin (8/6/2026).

Hingga saat ini, KPK belum mengungkap lebih lanjut dugaan tindak pidana yang melatarbelakangi penangkapan tersebut. Jumlah pihak yang diamankan maupun nominal uang tunai yang disita juga belum dipublikasikan. Tim Satgas KPK dilaporkan masih berada di lokasi untuk melaksanakan rangkaian kegiatan OTT.

Selanjutnya, Edison akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sesuai ketentuan, lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Profil Bupati Muara Enim Edison
Edison lahir di Muara Enim pada 6 Maret 1968. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki pengalaman panjang di bidang pertanahan, agraria, dan tata ruang.

Karier birokrasi Edison dimulai pada 1995 saat bekerja sebagai staf di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Selatan. Seiring berjalannya waktu, ia mendapatkan berbagai promosi dan kepercayaan untuk mengisi sejumlah jabatan strategis.

Selama berkarier di lingkungan BPN, Edison pernah menduduki posisi Kepala Kantor BPN di beberapa daerah penting, antara lain Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Musi Rawas, hingga Kota Medan.

Jabatan terakhirnya sebelum memasuki dunia politik adalah kepala bidang pengadaan tanah dan pengembangan pada Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan. Atas pengabdiannya sebagai aparatur negara, ia memperoleh penghargaan Satya Lencana Karya Satya pada 2010 dan 2017.

Perjalanan pendidikan Edison dimulai dari kampung halamannya hingga menempuh pendidikan tinggi di Sumatera. Ia mengawali pendidikan di SD Negeri Banuayu, Kabupaten Muara Enim, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Lubuklinggau dan SMA Negeri Lubuklinggau.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Edison melanjutkan studi sarjana di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. Latar belakang pendidikan di kota tersebut kemudian sejalan dengan perjalanan kariernya yang sempat bertugas di lingkungan BPN Kota Medan.

Untuk meningkatkan kapasitas akademik dan kepemimpinannya, ia kemudian melanjutkan pendidikan magister (S-2) di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang.

Perjalanan Politik hingga Menjadi Bupati Muara Enim
Setelah mengakhiri karier sebagai birokrat, Edison memilih memasuki dunia politik melalui Partai NasDem.

Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Sumarni dari PDI Perjuangan. Pasangan nomor urut 2 tersebut berhasil memenangkan kontestasi berdasarkan hasil real count KPU.

Edison dan Sumarni memperoleh 113.698 suara atau 38,64% suara sah. Pasangan ini unggul atas tiga pasangan calon lainnya serta meraih kemenangan besar di Kecamatan Muara Enim dengan 14.705 suara. Selain itu, mereka juga unggul di 12 kecamatan lainnya.

Setelah memenangkan pilkada, Edison resmi dilantik sebagai bupati Muara Enim periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta.

Harta Kekayaan Edison Berdasarkan LHKPN
Berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), total kekayaan Edison tercatat sebesar Rp 16.030.192.000. Mayoritas kekayaan tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp 14.180.192.000.

Selain itu, Edison juga memiliki kendaraan senilai Rp 505.000.000, harta bergerak lainnya sebesar Rp 705.000.000, kas dan setara kas Rp 140.000.000, serta harta lainnya senilai Rp 500.000.000.

Berdasarkan laporan LHKPN, Edison memiliki total harta sebesar Rp 16.030.192.000 tanpa tercatat memiliki utang, sehingga total harta kekayaan bersihnya tetap sebesar Rp 16.030.192.000.

Edison merupakan bupati Muara Enim periode 2025-2030 yang memiliki latar belakang panjang sebagai ASN di lingkungan Badan Pertanahan Nasional sebelum terjun ke dunia politik. Ia memenangkan Pilkada Muara Enim 2024 dan resmi dilantik pada Februari 2025.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *